Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertemuan Keenam & Ketujuh : Intuisi Dua Satu oleh Andi Gusmaulia Eka Putri
Bukanlah Intuisi Biasa
Intuisi
ialah kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan
intelektualitas. Pemahaman tersebut tiba-tiba saja datangnya dan di luar kesadaran.
Pemahaman termasuk ilmu pengetahuan. Salah satu teori ilmu pengetahuan, terkait
epistimologi filsafat tentang sifat dan ruang lingkup pengetahuan, seperti
misalnya pertanyaan tentang bagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui ataupun
pertanyaan tentang bagaimana kita memperoleh pengetahuan, maka yang terpikirkan
adalah bahwa ada yang namanya sumber pengetahuan. Salah satu sumber ilmu
pengetahuan tersebut adalah intuisi, dengan intuisi manusia memperoleh
pengetahuan secara tiba-tiba tanpa mereka sadari yaitu tanpa melalui proses
penalaran tertentu. Sebagaimana yang pernah disampaikan dalam perkuliahan yang
menyinggung tentang pembahasan intuisi, intuisi adalah lupa. Intuisi memiliki
ciri lupa atau tidak tahu kapan, dimana, dan bagaimana memperoleh ilmu atau kemampuan
tersebut. Contohnya: bila diberi pertanyaan kapan kita mulai bisa membedakan
baik dan buruk, kita tidak akan pernah bisa menyebutkan kapan secara pastinya
namun kita hanya bisa mengatakan sesuatu itu baik atau sesuatu itu buruk, tanpa
tahu kapan pertama kali kita bisa membedakan keduanya untuk pertama kalinya
dalam hidup kita.
Intuisi
dalam filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada, intuisi bisa
bermacam-macam misalnya intuisi empiris yaitu untuk pengalaman bentuk-bentuk
konkrit dan intuisi yang paling sederhana yaitu intuisi ruang dan waktu. Pengetahuan
intuitif merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman langsung
seseorang. Ketika seseorang berada dalam situasi dimana ia memutuskan untuk
bertindak atau tidak bertindak dengan tanpa alasan yang jelas, maka saat itulah
seseorang tersebut sedang dalam mode
menggunakan pengetahuan intuitifnya. Pengetahuan intuitif itu perlu untuk
dimiliki oleh seseorang. Bagi anak kecil, belajar konsep bilangan satu tidaklah melalui
definisi, konsep bilangan satu intuitif bagi anak kecil, berbeda dengan orang
dewasa tidak masalah untuk belajar menggunakan definisi atau sesuatu yang lebih
kompleks. Jadi dapat dikatakan bahwa
intuisi bagi anak kecil itu mengetahui tanpa adanya pendefinisian terlebih
dahulu. Misalnya: anak kecil sebelum belajar konsep penjumlahan, mereka
sebenarnya sudah mengenal bilangan dua. Mereka mengenal bahwa mata ada dua,
telinga ada dua, tangan ada dua, kaki ada dua. Selain itu mereka juga
mengetahui bahwa kepala ada satu, hidung ada satu, tanpa mereka mengenal atau
mengetahui terlebih dahulu konsep bilangan nol dan satu.
Ada lagi intuisi yang disebut sebagai intuisi “Dua
Satu”, jika
sebelumnya intuisi dikatakan lupa tapi mengerti atau mengerjakan sesuatu tanpa
sebab, maka lain pula halnya dengan intuisi dua satu, menurut pengetahuan saya
tentang intuisi dua satu saya peroleh dari salah satu artikel yang saya baca
melalui blog prof, bahwa intuisi dua satu itu adalah setengah ingat setengah
sadar. Penjelasan yang diberikan oleh prof melalui artikel yang beliau posting,
tentang contoh kapan seseorang dikatakan mempunyai intuisi dua satu yaitu “kamu melihat ke depan, maka kamu bisa melihat
sedikit yang di kiri dan di kanan”. Berdasarkan contoh dan definisi yang
diberikan saya menyimpulkan bahwa seseorang dikatakan memiliki intuisi dua satu
apabila iya mampu melihat hal yang tampak dan yang tidak terlalu nampak, hal
yang tersurat dan yang tersirat dalam artian ia memiliki kepekaan terhadap
sekitarnya. Oleh karena itu, Intuisi dua satu memegang peran penting dalam
kehidupan kita sebagai seorang manusia sebab intuisi dua satu itu selain
menjadikan kita sebagai seseorang yang peka, tetapi juga sangat membantu kita
dalam mengambil tindakan, sebab mereka yang memiliki intuisi dua satu pandai
memanfaatkan situasi dan kondisi serta tau bagaimana bertindak dengan tepat,
sehingga dengan demikian disimpulkan bahwa intuisi dua satu secara tidak
langsung berperan dalam menentukan kualitas hidup seseorang sebab hampir semua
kegiatan/keputusan/tindakan kita melibatkan jasa dari intuisi dua satu.
Komentar
Posting Komentar