Pertemuan
kelima filsafat di awali dengan kuis jawab singkat dua puluh lima soal seperti
pertemuan sebelumnya, namun seolah tak pernah terbiasa dengan jenis pertanyaan
yang diberikan. Sederhana, namun tak mudah untuk menjawabnya sebab pertanyaan
yang diberikan selalu tak terduga dan disampaikan dengan unik khas pak prof, jawabannya
pun tak sesederhana dipikirkan walau
terkadang sederhana namun tak terpikirkan. Pertanyaan tersebut mungkin saja
dijawab dengan benar terutama bagi seseorang yang pernah membaca atau mempelajari
hal tersebut sebelumnya ataupun seseorang yang pernah membaca dan memahami apa
yang ia baca/pelajari tersebut, dan materi kuis tersebut adalah beberapa
pengetahuan seputar filsafat yang dapat dipelajari melalau blog yang beliau
kelola sebagai sarana belajar memahami filsafat. karena kuis yang diberikan seputar
hal yang tak terduga dengan tema tertentu sehingga menjawab kuis tersebut pun
hanya bergantung pada apa dan sejauh mana pengetahuan yang sudah kita miliki,
sehingga bila mampu menjawab dengan pertanyaan yang diberikan benar walaupun
hanya satu soal akan memberikan kebahagiaan tersendiri.
Mengapa
bersembunyi? Sebuah pertanyaan sederhana yang kuyakini membuat dirimu yang mendengarnya
pun kebingungan memilih kata yang tepat untuk menjawabnya. Jawabannya adalah
kanopi. Simple, tapi mungkin tak terpikirkan bahwa kanopi merupakan jawaban
atas pertanyaan tersebut. istilah “kanopi” dapat dimaknai dengan cara yang
berbeda dan tanpa disadari istilah tersebut bukan sekedar istilah yang sering
didengar atau hanya sebagaimana kita menggunakannya di kehidupan sehari-hari. Bila
dipandang melalui sudut pandang filsafat, berdasarkan elegi yang pernah saya
baca melalui blog powermathematics.blogspot.co.id yang berjudul “Elegi Memahami
Sang Kanopi”, Sang kanopi pada elegi tersebut dapat dimaknai secara luas, bisa
berarti batasan, pelindung, penyembunyi, dan sebagainya. Bahwa, ada banyak
tipe-tipe manusia di dunia ini. Ada tipe orang yang terkadang terlena dengan
nafsu duniawi dan selalu mengejar kenikmatan fana yang sifatnya sementara
sehingga menyalahgunakan kanopi tersebut untuk melindunginya dan menyembunyikan
perbuatan negatif yang mungkin saja dapat merugikan orang lain.
Sembunyi
merupakan wujud psikologi untuk kanopi, psikologi yang dimaksud adalah topeng. Manusia
tidak akan bisa hidup jika tidak memakai topeng, dan kita semua sebagai manusia
itu bertopeng. Disadari atau tidak, kita semua pernah menipu dan kita semua
pernah berbohong itu lah alasan mengapa kita (manusia) dikatakan bertopeng. Apapun
alasan untuk suatu kebohongan tetap saja dikatakan sebagai suatu kebohongan,
kita bahkan tidak menyadari bahwa kita terkadang menghianati diri, menipu diri
sendiri bahkan terkadang pada diri sendiri sulit untuk jujur apalagi terhadap
orang lain, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui dan kita sendiri yang tau akan
hal itu. Kenapa bohong itu terjadi, ada
banyak penjelasan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Salah satunya karena
adanya kaitan perbatasan dimana seseorang berhadapan dengan kekuasaan, bahwa
semakin besar kekuasaan seseorang maka semakin besar potensi seseorang untuk
berbohong. Prof says “kalau engkau keras sama hatimu, maka hati mu akan
kemungkinan besar akan lebih banyak berbohong pada dirimu”. Contoh sederhananya
yaitu misalnya suatu ketika kamu bersama temanmu ingin pergi makan siang
bersama kemudian saat memutuskan menu makanan apa yang ingin dimakan, temanmu
bertanya padamu dan kamu menjawab tidak tahu sementara di pikiranmu kamu
memiliki menu makanan yang kamu inginkan namun lebih memilih menjawab tidak tau
dibandingkan menyampaikan keinginanmu, mungkin ini kamu bermaksud baik dengan
lebih mementingkan atau memasrahkan pilihan tersebut atas keinginan temanmu. Namun,
dalam hal ini tindakanmu sudah termasuk contoh dari kebohongan, yaitu
membohongi dirimu sendiri. Ada banyak lagi contoh lain dan mungkin kita bisa
sebutkan berdasarkan pengalaman pribadi kita misalya.
Manusia
bertopeng tidak selalu dianggap buruk, ada keadaan atau situasi tertentu yang
memang mengharuskan diri seseorang untuk menggunakan topeng. Manusia tidak bisa
lepas dari topeng, sebab manusia tidak bisa hidup tanpa topeng. Manusia hanyalah
makhluk biasa yang memiliki kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, bertopeng
merupakan cara manusia untuk menyesuaikan diri dengan kondisi atau keadaan
disekitarnya terutama dalam berinteraksi dengan sesama. Topeng yang bagaimana
yang digunakan semuanya kembali kepada keputusan masing-masing individu,
terutama tentang baik dan buruk topeng tersebut..
Komentar
Posting Komentar