Langsung ke konten utama

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertemuan Kelima 17/10/2017 oleh Andi Gusmaulia Eka Putri


Pertemuan kelima filsafat di awali dengan kuis jawab singkat dua puluh lima soal seperti pertemuan sebelumnya, namun seolah tak pernah terbiasa dengan jenis pertanyaan yang diberikan. Sederhana, namun tak mudah untuk menjawabnya sebab pertanyaan yang diberikan selalu tak terduga dan disampaikan dengan unik khas pak prof, jawabannya pun tak sesederhana  dipikirkan walau terkadang sederhana namun tak terpikirkan. Pertanyaan tersebut mungkin saja dijawab dengan benar terutama bagi seseorang yang pernah membaca atau mempelajari hal tersebut sebelumnya ataupun seseorang yang pernah membaca dan memahami apa yang ia baca/pelajari tersebut, dan materi kuis tersebut adalah beberapa pengetahuan seputar filsafat yang dapat dipelajari melalau blog yang beliau kelola sebagai sarana belajar memahami filsafat. karena kuis yang diberikan seputar hal yang tak terduga dengan tema tertentu sehingga menjawab kuis tersebut pun hanya bergantung pada apa dan sejauh mana pengetahuan yang sudah kita miliki, sehingga bila mampu menjawab dengan pertanyaan yang diberikan benar walaupun hanya satu soal akan memberikan kebahagiaan tersendiri.
Mengapa bersembunyi? Sebuah pertanyaan sederhana yang kuyakini membuat dirimu yang mendengarnya pun kebingungan memilih kata yang tepat untuk menjawabnya. Jawabannya adalah kanopi. Simple, tapi mungkin tak terpikirkan bahwa kanopi merupakan jawaban atas pertanyaan tersebut. istilah “kanopi” dapat dimaknai dengan cara yang berbeda dan tanpa disadari istilah tersebut bukan sekedar istilah yang sering didengar atau hanya sebagaimana kita menggunakannya di kehidupan sehari-hari. Bila dipandang melalui sudut pandang filsafat, berdasarkan elegi yang pernah saya baca melalui blog powermathematics.blogspot.co.id yang berjudul “Elegi Memahami Sang Kanopi”, Sang kanopi pada elegi tersebut dapat dimaknai secara luas, bisa berarti batasan, pelindung, penyembunyi, dan sebagainya. Bahwa, ada banyak tipe-tipe manusia di dunia ini. Ada tipe orang yang terkadang terlena dengan nafsu duniawi dan selalu mengejar kenikmatan fana yang sifatnya sementara sehingga menyalahgunakan kanopi tersebut untuk melindunginya dan menyembunyikan perbuatan negatif yang mungkin saja dapat merugikan orang lain.
Sembunyi merupakan wujud psikologi untuk kanopi, psikologi yang dimaksud adalah topeng. Manusia tidak akan bisa hidup jika tidak memakai topeng, dan kita semua sebagai manusia itu bertopeng. Disadari atau tidak, kita semua pernah menipu dan kita semua pernah berbohong itu lah alasan mengapa kita (manusia) dikatakan bertopeng. Apapun alasan untuk suatu kebohongan tetap saja dikatakan sebagai suatu kebohongan, kita bahkan tidak menyadari bahwa kita terkadang menghianati diri, menipu diri sendiri bahkan terkadang pada diri sendiri sulit untuk jujur apalagi terhadap orang lain, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui dan kita sendiri yang tau akan hal itu.  Kenapa bohong itu terjadi, ada banyak penjelasan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Salah satunya karena adanya kaitan perbatasan dimana  seseorang berhadapan dengan kekuasaan, bahwa semakin besar kekuasaan seseorang maka semakin besar potensi seseorang untuk berbohong. Prof says “kalau engkau keras sama hatimu, maka hati mu akan kemungkinan besar akan lebih banyak berbohong pada dirimu”. Contoh sederhananya yaitu misalnya suatu ketika kamu bersama temanmu ingin pergi makan siang bersama kemudian saat memutuskan menu makanan apa yang ingin dimakan, temanmu bertanya padamu dan kamu menjawab tidak tahu sementara di pikiranmu kamu memiliki menu makanan yang kamu inginkan namun lebih memilih menjawab tidak tau dibandingkan menyampaikan keinginanmu, mungkin ini kamu bermaksud baik dengan lebih mementingkan atau memasrahkan pilihan tersebut atas keinginan temanmu. Namun, dalam hal ini tindakanmu sudah termasuk contoh dari kebohongan, yaitu membohongi dirimu sendiri. Ada banyak lagi contoh lain dan mungkin kita bisa sebutkan berdasarkan pengalaman pribadi kita misalya.
Manusia bertopeng tidak selalu dianggap buruk, ada keadaan atau situasi tertentu yang memang mengharuskan diri seseorang untuk menggunakan topeng. Manusia tidak bisa lepas dari topeng, sebab manusia tidak bisa hidup tanpa topeng. Manusia hanyalah makhluk biasa yang memiliki kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, bertopeng merupakan cara manusia untuk menyesuaikan diri dengan kondisi atau keadaan disekitarnya terutama dalam berinteraksi dengan sesama. Topeng yang bagaimana yang digunakan semuanya kembali kepada keputusan masing-masing individu, terutama tentang baik dan buruk topeng tersebut..


Komentar